Rabu, 11 Maret 2009

Pengertian Bakat

apa itu bakat?

sebenarnya apa sih bakat itu? Apakah saya punya bakat? Makhluk semesterius apa sih bakat itu? Dimana bakat saya? Bagaimana cara menemukannya? Kepada siapa sebetulnya saya harus bertanya tentang bakat saya? Dan seterusnya.

Sebelum kita membahas pertanyaan-pertanyaan semacam di atas, saya ingin mengatakan bahwa bakat menurut penjelasan teoritisnya memang punya wilayah bahasan yang cukup luas. Di dalam literatur ilmiah, ada istilah talent, ada istilah giftedness, ada istilah traits, ada istilah intelligence seperti dalam “multiple intelligence, aptitude, dan seterusnya. Selain harus berurusan dengan istilah-istilah yang mungkin tidak dimengerti bagi kebanyakan orang, pun juga tidak semua orang “boleh” memberikan penilaian tentang bakat seseorang. Hanya bagi orang-orang yang sudah bersertifikat di bidang ini yang “disahkan” memberikan penilaian.

Tetapi, bakat dalam pengertian bahasa atau dalam pengertian yang umum kita pahami, adalah kelebihan / keunggulan alamiah yang melekat pada diri kita dan menjadi pembeda antara kita dengan orang lain. Kamus Advance, misalnya, mengartikan talent dengan “natural power to do something well.” Dalam kamus Marriam-Webster’s, dikatakan “natural endowments of person.” Dalam percakapan sehari-hari kita sering mengatakan si anu berbakat di nyanyi, di bisnis, di IT dan seterusnya.

Rupanya, bakat dalam pengertian kedua ini juga dipakai oleh Thomas Amstrong, pakar pendidikan dari Harvard University yang sering berkolaborsi dengan Howard Gardner dalam membahas kecerdasan. Dalam tulisannya, Little Geniuses, yang pernah diterbitkan majalah Parenting (1989), ia menjelaskan, bakat manusia bisa muncul dalam berbagai bentuk. Perhatikan daftar kemampuan (ability) di bawah ini lalu deteksi mana yang paling kuat di dalam diri Anda:

Acting Ability (akting / gerakan)

Adventuresomeness (kepetualangan)

Aesthetic perceptiveness (estitika)

Artistic Talent (artistik)

Athletic prowess (ke-atlit-an)

Common sense (pengetahuan umum)

Compassion (peduli orang lain, mudah tersentuh)

Courage (keberanian)

Creativity (kreativitas)

Emotional maturity (kematangan emosi)

Excellent memory (kehebatan menyimpan data / menghafal)

Imagination (imajinasi)

Inquiring mind (keingintahuan)

Intuition (intuisi)

Inventiveness (daya cipta, penemuan)

Knowledge of a given subject (Pengetahuan spesifik)

Leadership abilities (kepemimpinan)

Literary aptitude (bakat kesastraan)

Logical-reasoning ability (kemampuan berlogika)

Manual dexterity (ketangkasan manual / ketrampilan tangan)

Mathematical ability (kemampuan matematis)

Mechanical know-how (penguasaan mekanis)

Moral character (karakter moral)

Musicality (permusikan)

Passionate interest in a specific topic (kegairahan mengikuti / mendalami topik tertentu)

Patience (kesabaran)

Persistence (ketangguhan)

Physical coordination (kerapian fisik)

Political astuteness (kelihaian berpolitik)

Problem-solving capacity (kemampuan menghadapi masalah)

Reflectiveness (kemampuan merefleksikan)

Resourcefulness (kepandaian mengatasi masalah)

Self-discipline (disiplin-diri)

Sense of humor (naluri melucu)

Social savvy (pemahaman sosial)

Spiritual sensibility (ketajaman spiritual)

Strong will (kemauan keras)

Verbal ability (kemampuan mengungkapkan secara verbal)

Daftar di atas baru sebagian dari sekian. Masih banyak kemampuan alamiah manusia yang belum atau tidak bisa dijabarkan. Dan lagi, kalau kita perhatikan praktek hidup, amat sangat jarang ada orang yang hanya diberi satu kemampuan dari daftar di atas. Dalam diri setiap manusia ada sekian kemampuan dari daftar di atas. Orang yang hebat di bidang IT tidak berarti hanya dibekali kemampuan tekun dalam meng-otak-atik komputer. Ia juga punya kemauan keras, punya disiplin, kreatif, mau mempelajari hal-hal baru dan seterusnya. Seorang tokoh agama tidak berarti hanya dibekali kemampuan spiritual sensibility saja. Ia juga punya kemampuan lain yang mendukung keunggulannya, seperti verbal, sosial, dan lain-lain.

Hal lain yang perlu kita ingat adalah penjelasan Dr. Sternberg, pakar Psikologi dari Yale University (Practical Intelligence, John Meunier, Fall, 2003)). Selama bertahun-tahun mengkaji kemampuan manusia, ia berkesimpulan bahwa kemampuan manusia itu bukanlah sebuah kemampuan yang sifatnya sudah baku pada satu bentuk atau titik tertentu (not fixed ability), tetapi sebuah kemampuan yang sifatnya terus berkembang (developing abilities).
By : irman

FILM edukasi, mau nonton???

In the City of Sylvia

Opens Fri 13 Mar at BFI Southbank

Our extended run of José Luis Guerín's latest internationally acclaimed film forms the centrepiece of our season celebrating the director's work.

Read report

Sight & Sound

Web Exclusives: Obituaries January to December 2008, Amazonas Film Festival report, and Sight & Sound talks to South Korean director Kim Jee-woon about his latest film, the sci-fi western The Good, The Bad, The Weird.

BFI Filmstore

Filmstore

New in the Filmstore GAZWRX The Films of Jeff Keen on DVD and Blu-ray, We Live in Two Worlds: The GPO Film Unit Collection Volume 2, The Joy of Sex Education, The Gigolos, or visit our new BFI Printstore for vintage posters and stills.

Screenonline

Screenonline

This month, Screenonline surveys the work of the Black Audio Film Collective, perhaps the most distinctive and uncompromising of the '80s film workshops, whose films explored the black experience in a bold fusion of documentary and fiction.

Minghella Movie Marathon

To mark the first anniversary of Anthony Minghella's death, the Minghella Movie Marathon will held on the Isle of Wight on the weekend of 13-15 March.

Screen Heritage UK

"The public are entitled to access, learn about and enjoy their rich screen heritage wherever they live and wherever the materials are held." Find out more about this £25 million initiative.

Kabupaten konawe utara (laha anggu nio)

Halaman Utama

Dalam rangka mewujudkan tercapainya hakekat otonomi daerah dan tujuan pembentukan daerah, dan berdasarkan aspirasi daerah yang didukung kondisi geografis, topografi, kemampuan ekonomi, potensi daerah, sosial budaya, sosial politik, kependudukan, luas wilayah pertanahan, keamanan, pertimbangan kemampuan keuangan, tingkat kesejahteraan masyarakat dan rentang kendali penyelenggaraan dan pembinaan pemerintahan, pembangunan dan masyarakat, maka untuk medukung dan mendorong daya guna dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pembinaan masyarakat serta mendekatkan dan meningkatkan pelayanan yang ditujukan untuk kesejahteraan rakyat, Kabupaten Konawe Utara

SELAYANG PANDANG

Kabupaten Konawe Utara terbentuk berdasarkan :

  1. Aspirasi Masyarakat
  2. Keputusan DPRD Kabupaten Konawe Nomor 12 Tahun 2005 Tentang Persetujuan Pemekaran Kabupaten Konawe.
  3. Surat Bupati Konawe Nomor 216/217 tanggal 28 Januari Tahun 2004 Perihal Pembentukan Kabupaten Konawe Utara.
  4. Surat Bupati Konawe Nomor 135/1822 tanggal 3 Oktober tahun 2005 Perihal Pemekaran Kabupaten Konawe
  5. Keputusan DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara Nomor 13 Tahun 2005 tanggal 23 November 2005 tentang Persetujuan Terhadap Usul Pemekaran Kabupaten Konawe dengan membentuk Kabupaten Konawe Utara
  6. Surat Usulan Gubernur Sulawesi Tenggara Nomor 136/648 tanggal 17 Februari 2004 perihal usul Pemekaran Kabupaten Konawe Utara di Provinsi Sulawesi Tenggara
  7. Keputusan DPRD Kabupaten Kendari Nomor 13/DPRD Tahun 2004 tentang Penetapan Calon Ibu Kota Kabupaten Konawe Utara
  8. Keputusan DPRD Kabupaten Kendari Nomor 14 Tahun 2004 tentang Dukungan Penyediaan Dana untuk Kabupaten Konawe Utara
  9. Surat Keputusan Gubernur Sulawesi Tenggara Nomor 326 Tahun 2004 tentang Pemberian Bantuan Dana Awal Kepada Pemerintah Kabupaten baru hasil pemekaran Kabupaten Kendari
  10. UU-RI Nomor 13 Tahun 2007 tentang Pembentukan Kabupaten Konawe Utara di Provinsi Sulawesi Tenggara

Letak

Kabupaten Konawe Utara berasal dari sebagian Wilayah Kabupaten Konawe yang terdiri atas cakupan wilayah :

• Kecamatan Asera

• Kecamatan Wiwirano

• Kecamatan Langgikima

• Kecamatan Molawe

• Kecamatan Lasolo

• Kecamatan Lembo dan

• Kecamatan Sawa

Batas Wilayah

Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Morowali Provinsi Sulawesi Tengah dan Kecamatan Routa Kabupaten Konawe, Sebelah Timur berbatasan Kabupaten Morowali Provinsi Sulawesi Tengah dan Laut Banda, Sebelah Selatan berbatasan Kec. Bondoala, Kec. Amonggedo, Kec. Meluhu, Kec. Anggaberi, Kec. Tongauna, dan Kecamatan Abuki Kabupaten Konawe, sebelah Barat berbatasan dengan Kec. Latoma Kab. Konawe.

Luas Wilayah

Adapun luas wilayah daratan Kabupaten Konawe Utara adalah 5.101,76 Km 2

Topografi

Kabupaten Konawe Utara pada umumnya berbukit dan bergunung yang diapit oleh daratan rendah serta pesisir pantai yang sangat potensial untuk Pengembangan Pertanian, Perkebunan, Perikanan, Perhutanan dan Pertambangan.

Demografi

Tahun 2006 jumlah penduduk 86.239 jiwa.

Administrasi Pemerintahan

Secara Administratif, Kabupaten Konawe Utara terbagi dalam 7 Kecamatan, 98 desa dan 8 Kelurahan.

POTENSI SUMBER DAYA ALAM

  • Sub Sektor Tanaman Pangan

Jenis Tanaman Pangan yang paling dominan di Kabupaten Konawe Utara adalah padi/beras. Mengenai potensi padi/beras dapat dilihat sebagai berikut : Luas lahan potensial yang dapat diolah adalah 46.982 Ha, lahan yang dapat dijadikan lahan iringasi teknis adalah 46,982 Ha dan baru dimanfaatkan sebesar 865 Ha. Jadi masih terdapat 46.117 Ha yang belum dimanfaatkan. Produksi yang dihasilkan adalah padi, jagung, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, kacang kedele, kacang hijau dan lain-lain.

  • Sub Sektor Perkebunan

Luas lahan potensial yang dapat diolah adalah 257.241 Ha, efektif dikelola sampai dengan tahun 2004 adalah 3.000 Ha untuk perkebunan besar dan 35.121 Ha untuk perkebunan rakyat. Komoditi yang dikembangkan dan dihasilkan adalah : Kakao, Jambu Mete, Kelapa, Kopi, Cengkeh, Lada, Pala, Vanili dan lain-lain.

Sub Sektor Peternakan

Potensi areal untuk pengembangan ternak kurang lebih 125.100 Ha secara umum belum termanfaatkan dengan baik, terutama untuk ternak besar, sebab pada umumnya masyarakat memelihara ternak besar masih menggunakan halaman pekarangan atau perkebunan kelapa dan mete.

Sub Sektor Perikanan dan Kelautan

Potensi Perikanan baik perikanan laut maupun perikanan darat (Kolam, empang/tambak). Luas perairan laut 578.600 Ha Potensi dan produksi perikanan;

  • Tambak 1.211 Ha
  • Kolam 12.126 Ha
  • Perikanan Laut
  • Budi Daya 1.850
  • Penangkapan 3.936 Ha.

Sub Sektor Kehutanan

Luas kawasan hutan adalah 385.195 Ha dengan produksi hasil hutan berupa; Kayu Jati, Kayu Rimba Campuran, Rotan Damar dan Hasil Hutan Rotan.

Sub Sektor Industri

Sampai dengan tahun 2006 jumlah usaha sektor industri sebanyak 233 Unit dengan pertumbuhan rata-rata 1.2% pertahun dan jumlah tenaga kerja yang terserap 16.750 orang. Industri tersebut adalah merupakan hasil industri rumah tangga/industri kecil, industri Boga, Bahan Bangunan, logam, kayu, rotan, percetakan dan jasa.

Sub Sektor Perdagangan

Sampai dengan tahun 2006 jenis komoditi yang diperdagangkan dari Wilayah Kabupaten Konawe Utara adalah hasil produksi sektor pertanian dan kehutanan yang terdiri dari :

    • Udang Beku
    • Ikan Cakalang
    • Biji Kakao
    • Mutiara
    • Rotan
    • Ikan Campuran
    • Kepiting
    • Kayu Jati Olahan
    • Kayu Besi
    • Floring jati
    • Gurita
    • Kayu Olahan
    • Lobster
    • Ikan Kerapu Hidup
    • Mete Gelondongan
    • Kayu Rimba Campuran
    • Teripang Laut
  • Sub Sektor Pertambangan dan Energi

Potensi Pertambangan di Wilayah Kabupaten Konawe Utara terdiri dari ;

  1. Potensi air permukaan untuk sumberdaya energi listrik Sungai Lalindu dengan
    • Q = 413 dan daya 200 MW, Sungai Lasolo
    • Q = 123,916 dan daya 150 MW
  2. Potensi Geoternal di Desa Wawolesea sebagai sumber air panas.
  3. Potensi Tambang
  • Marmer di Kecamatan Lasolo 452.470 M3 dan dari Kecamatan Asera 482.792.000 M3
  • Potensi Biji Nikel di Pulau Bawulu 14.570 Ha dengan kadar 1,47% sampai dengan 2,4% Nii, Tanjung Boenaga 21.770 Ha, Lalindu Kecamatan Asera 73.200 Ha dan saat ini PT. Aneka Tambang telah melakukan eksplorasi di Desa Tapunggaya Kecamatan Lasolo.

Sub Sektor Pariwisata

    Potensi Pariwisata di Kabupaten Konawe Utara yang sudah dan dapat dikembangkan adalah :

    1. Wisata Bahari di Pulau Labengki dan Sekitarnya
    2. Pantai Taipa Kecamatan Sawa
    3. Arung Jeram di Kecamatan Wiwirano
    4. Telaga Tiga Warna di Desa Linomoiyo Kecamatan Asera
    5. Air Panas di Desa Wawolesea Kecamatan Lasolo
    6. Wiisata Berburu di Para Wonua di Desa Tira Wuta Kecamatan Wiwirano.
    7. Kabupaten Konawe Utara
    8. Kabupaten Buton Utara
    9. Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro
    10. Kabupaten Empat Lawang
    11. Kabupaten Batubara
    12. Kabupaten Nagekeo
    13. Kabupaten Sumba Tengah dan Kota Kotamobagu

Templat:Kabupaten Konawe Utara




APAKAH ANDA BERIMAN KEPADA ALLAH ?

Apakah anda benar beriman kepada Allah SWT??..

oleh : irman iktisab.....

"Sesungguhnya seseorang telah bertanya kepada Rasulullah S.A.W , apakah iman itu. Beliau menjawab, 'Apabila kebaikanmu menggembirakanmu dan keburukanmu menyusahkanmu, maka engkau dalam keadaan mukmin.' Dia bertanya lagi, 'Ya Rasulullah, lalu apakah dosa itu?' Beliau menjawab, 'Apabila sesuatu terbersit dalam hatimu, maka tinggalkanlah ia.'" (HR.Thabrani, Ahmad, dan Nasa'i).

Rasulullah adalah guru dan pendidik ummatnya. Pertanyaan dari siapapun pasti dijawab dengan sungguh-sungguh. Hebatnya, setiap jawabannya selalu pas dengan keinginan si penanya.
Pada hadits di atas Rasulullah memberikan jawaban yang aplikatif sekali. Iman yang merupakan pekerjaan hati diungkapkan Rasulullah dengan sederhana sekali, yaitu bila suatu kebaikan menjadikan seseorang gembira dan keburukan menjadikannya susah, maka orang tersebut dapat digolongkan beriman.
Dengan jawaban ini semua orang bisa mengukur dirinya sendiri. Setiap muslim bisa tahu, apakah sekarang kondisi imannya sedang naik atau turun. Jika berkali-kali melakukan kesalahan tetap merasa aman-aman saja, itu indikasi iman berada di ambang bahaya. Orang yang koreksi akan segera beristighfar, bertaubat, kemudian memperbaiki diri.
Suatu hari mungkin saja ada perasaan berat untuk melaksanakan kebaikan. Ibadah terasa berat, membaca Al-Qur'an menjadi mudah ngantuk, sementara jika memeloti TV tahan berjam-jam. Ketika datang waktu shalat, disambutnya dengan malas-malas. Waktunya molor-molor hingga batas akhir. Konsentrasi jauh berkurang, persiapan seadanya, dan waktu shalat dipersingkat. Selesai shalat terus ngeloyor pergi, tanpa berdzikir dan shalat sunnat. Jujur saja bahwa kita semua pasti pernah mengalaminya.
Itulah dinamika iman. Ada saatnya pasang, ada waktunya turun. Ketika iman sedang naik, semua kebaikan menjadi gampang dan ringan. Sebaliknya, ketika iman sedang surut, semua ibadah menjadi susah.
Setiap muslim diwajibkan untuk selalu mengoreksi dirinya sendiri (self correcting). Menghisab segala amal yang dikerjakan dalam keseharian merupakan keharusan yang tak boleh diabaikan. Rasulullah berpesan, "Periksalah dirimu sebelum diperiksa (Allah di hari qiamat)."
Rasulullah memberikan ukuran yang sangat sederhana, 'anda tetap tercatat sebagai mukmin jika kebaikan menjadikan anda gampang dan keburukan menjadikan anda susah.'
Ciri mukmin adalah mencintai kebaikan dan membenci keburukan, apapun jenisnya, berat atau ringan. Seorang muslim tentu berusaha sekuat tenaga untuk menghindari yang haram, juga yang makruh, termasuk yang syubhat. Bila belum nyata kehalalannya, ia tak gegabah melakukannya, sebab ada perasaan dosa yang selalu menghantuinya. Bila tidak demikian, bisa dipertanyakan keimanannya. Mungkin sedang turun atau malah sedang menghilang.
Ada dialog menarik antara santri dan kiainya. Seorang santri bertanya, kenapa kiai merokok. Sang kiai dengan tenang menjawab, rokok itu tidak haram, hanya makruh saja. Kembali si santri bertanya, 'bukankah makruh itu artinya dibenci?' Untuk pertanyaan yang satu ini sang kiai tidak memberikan jawaban.
Santri yang kritis ini sungguh benar. Semestinya semua pekerjaan yang mengundang kebencian Tuhan harus dihindari, sekecil apapun perbuatan itu. Merokok adalah contoh sederhananya. Jika jelas-jelas makruh, kenapa tetap digemari? Rasulullah bersabda: "Jangan memandang kecil kesalahan (dosa) tetapi pandanglah kepada siapa yang kamu durhakai." (HR. Ath-Thusi).
Seorang muslim yang jujur dan beriman punya keistimewaan, yaitu memiliki perasaan suka-cita bila diberi kekuatan melaksanakan kebaikan, tapi sebaliknya merasa bersalah dan sempit dadanya bila melakukan pelanggaran. Ia memandang pelanggaran sebagai suatu kedurhakaan dan pengkhianatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Karenanya bila telanjur melakukannya, ia segera bertaubat dan berjanji tidak akan mengulanginya. Allah berfirman: "Dan orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat kepada Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka. Dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah? Dan, mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui." (QS. Ali Imraan:135).
Ada perbedaan mendasar antara orang beriman dan orang yang ahli berbuat dosa. Orang beriman memandang dosa sebagai sesuatu yang besar, sedang fajir (tukang dosa) memandang ke
Klick juga di bawah ini friend!
Maret (1) selamat menjalani hidup.

KISAH RAHASIA DIBALIK SHALAT LIMA WAKTU

KISAH RAHASIA DIBALIK SHALAT LIMA WAKTU

Ali bin Abi Talib r.a. berkata, "Sewaktu Rasullullah S.A.W duduk bersama para sahabat Muhajirin dan Ansar, maka dengan tiba-tiba datanglah satu rombongan orang-orang Yahudi lalu berkata, 'Ya Muhammad, kami hendak bertanya kepada kamu kalimat-kalimat yang telah diberikan oleh Allah kepada Nabi Musa a.s. yang tidak diberikan kecuali kepada para Nabi utusan Allah atau malaikat muqarrab.'

Lalu Rasullullah S.A.W bersabda, 'Silakan bertanya.'
Berkata orang Yahudi, 'Coba terangkan kepada kami tentang 5 waktu yang diwajibkan oleh Allah ke atas umatmu.'

Sabda Rasullullah S.A.W , 'Shalat Zuhur jika tergelincir matahari, maka bertasbihlah segala sesuatu kepada Tuhannya. Shalat Asar itu ialah saat ketika Nabi Adam a.s. memakan buah khuldi. Shalat Maghrib itu adalah saat Allah menerima taubat Nabi Adam a.s. Maka setiap mukmin yang bershalat Maghrib dengan ikhlas dan kemudian dia berdoa meminta sesuatu pada Allah maka pasti Allah akan mengkabulkan permintaannya. Shalat Isyak itu ialah shalat yang dikerjakan oleh para Rasul sebelumku. Shalat Subuh adalah sebelum terbit matahari. Ini karena apabila matahari terbit, terbitnya di antara dua tanduk syaitan dan di situ sujudnya setiap orang kafir.'
Setelah orang Yahudi mendengar penjelasan dari Rasullullah S.A.W , lalu mereka berkata, 'Memang benar apa yang kamu katakan itu Muhammad. Katakanlah kepada kami apakah pahala yang akan didapati oleh orang yang shalat.'
Rasullullah S.A.W bersabda, 'Jagalah waktu-waktu shalat terutama shalat yang pertengahan. Shalat Zuhur, pada saat itu nyalanya neraka Jahanam. Orang-orang mukmin yang mengerjakan shalat pada saat itu akan diharamkan ke atasnya uap api neraka Jahanam pada hari Kiamat.'
Sabda Rasullullah S.A.W lagi, 'Manakala shalat Asar, adalah saat di mana Nabi Adam a.s. memakan buah khuldi. Orang-orang mukmin yang mengerjakan shalat Asar akan diampunkan dosanya seperti bayi yang baru lahir.'
Selepas itu Rasullullah S.A.W membaca ayat yang bermaksud, 'Jagalah waktu-waktu shalat terutama sekali shalat yang pertengahan. Shalat Maghrib itu adalah saat di mana taubat Nabi Adam a.s. diterima. Seorang mukmin yang ikhlas mengerjakan shalat Maghrib kemudian meminta sesuatu daripada Allah, maka Allah akan perkenankan.'
Sabda Rasullullah S.A.W , 'Shalat Isyak (atamah). Katakan kubur itu adalah sangat gelap dan begitu juga pada hari Kiamat, maka seorang mukmin yang berjalan dalam malam yang gelap untuk pergi menunaikan shalat Isyak berjamaah, Allah SWT haramkan dirinya daripada terkena nyala api neraka dan diberikan kepadanya cahaya untuk menyeberangi Titian Sirath.'
Sabda Rasullullah S.A.W seterusnya, 'Shalat Subuh pula, seseorang mukmin yang mengerjakan shalat Subuh selama 40 hari secara berjamaah, diberikan kepadanya oleh Allah SWT dua kebebasan yaitu:
1. Dibebaskan daripada api neraka.
2. Dibebaskan dari nifaq.

Setelah orang Yahudi mendengar penjelasan daripada Rasullullah S.A.W , maka mereka berkata, 'Memang benarlah apa yang kamu katakan itu wahai Muhammad (S.A.W ). Kini katakan pula kepada kami semua, kenapa Allah SWT mewajibkan puasa 30 hari ke atas umatmu ?
Sabda Rasullullah S.A.W , 'Ketika Nabi Adam memakan buah pohon khuldi yang dilarang, lalu makanan itu tersangkut dalam perut Nabi Adam a.s. selama 30 hari. Kemudian Allah SWT mewajibkan ke atas keturunan Adam a.s. berlapar selama 30 hari. Sementara diizinkan makan di waktu malam itu adalah sebagai kurnia Allah SWT kepada makhluk-Nya.'
Kata orang Yahudi lagi, 'Wahai Muhammad, memang benarlah apa yang kamu katakan itu. Kini terangkan kepada kami mengenai ganjaran pahala yang diperoleh daripada berpuasa itu.'
Sabda Rasullullah S.A.W , 'Seorang hamba yang berpuasa dalam bulan Ramadhan dengan ikhlas kepada Allah SWT, dia akan diberikan oleh Allah SWT 7 perkara:
1. Akan dicairkan daging haram yang tumbuh dari badannya (daging yang tumbuh daripada makanan yang haram).
2. Rahmat Allah sentiasa dekat dengannya.
3. Diberi oleh Allah sebaik-baik amal.
4. Dijauhkan daripada rasa lapar dan dahaga.
5. Diringankan baginya siksa kubur (siksa yang amat mengerikan).
6. Diberikan cahaya oleh Allah SWT pada hari Kiamat untuk menyeberang Titian Sirath.
7. Allah SWT akan memberinya kemudian di syurga.'

Kata orang Yahudi, 'Benar apa yang kamu katakan itu Muhammad. Katakan kepada kami kelebihanmu di antara semua para nabi.'
Sabda Rasullullah S.A.W , 'Seorang nabi menggunakan doa mustajabnya untuk membinasakan umatnya, tetapi saya tetap menyimpankan doa saya (untuk saya gunakan memberi syafaat kepada umat saya di hari kiamat).'
Kata orang Yahudi, 'Benar apa yang kamu katakan itu Muhammad. Kini kami mengakui dengan ucapan Asyhadu Alla illaha illallah, wa annaka Rasulullah (kami percaya bahawa tiada Tuhan melainkan Allah dan engkau utusan Allah).'
Sedikit peringatan untuk kita semua: "Dan sesungguhnya akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketak

Rahasia Dibalik Waktu Shalat

Apabila filosofi waktu shalat itu bisa kita maknai dan kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, insya Allah kita akan menjadi orang yang terpelihara dari keburukan, dan akan sukses dalam kehidupan.

Hal yang menyebabkan shalat belum banyak membawa pengaruh adalah karena spirit of shalat belum diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Kita harus melakukan suatu perenungan dan penerjemahan ulang dari makna shalat itu sendiri. Mengapa shalat fardhu dilaksanakan lima kali dan dalam pos waktu yang berbeda?


Shalat Shubuh yang dikerjakan sekitar jam setengah lima pagi, mengandung indikasi bahwa kita harus memulai aktivitas sepagi mungkin dan tidak boleh bermalas-malasan. Setiap shalat selalu pula diawali ucapan takbir. Itu pun mengandung indikasi bahwa kita harus membuka hari dengan takbir. Jangan ada kata-kata lain yang diucapkan sebelum takbir. Dengan dibukanya hari kita dengan Allahu Akbar, insya Allah hari kita menjadi berkah. Nilai filosofis shalat Shubuh sangat berkaitan erat dengan dunia kerja. Dengan shalat Shubuh, kita harus ke pasar sepagi mungkin, ke kantor tidak akan terlambat, dan ke jalan tidak akan terlalu macet. Ini mengandung arti pula bahwa kita harus menjadi yang terdepan dan yang pertama; we have to be the first.


Kedua adalah shalat Dzuhur. Waktu shalat Dzuhur merupakan waktu puncak dalam beraktivitas. Melalui shalat Dzuhur kita diingatkan kembali kepada Allah yang membagikan rezeki. Hikmah shalat Dzuhur di tengah pasar adalah Allah akan menggerakan hati manusia untuk menjatuhkan pilihannya kepada kita yang berjualan.


Memasuki sore hari, kita berjumpa dengan shalat Ashar. Pada saat inilah kita mulai menghitung untung rugi, dan kadangkala hati kita mulai bimbang, konsentrasi hilang, dan rasa lelah mulai menyerang. Di sinilah kita harus kembali membesarkan Allah lewat shalat Ashar. Hikmahnya dalam mengevaluasi hasil, kita harus selalu ingat pada Allah. Kalau untung kita harus bersyukur, dan kalau rugi kita sabar. Harus diingat pula kita harus menghitung, apakah ada hak orang lain yang terambil.


Berikutnya adalah shalat Maghrib. Dalam shalat Maghrib terdapat pengejawantahan nilai sosial dari shalat, yaitu kita harus konsen kepada keluarga. Shalat Maghrib berjamaah itu sangat baik untuk mendekatkan hubungan kita dengan keluarga.


Yang kelima adalah shalat Isya, sebagai shalat terakhir menjelang kita tidur. Di sini kita harus membesarkan dan mengagungkan Allah Swt. Hikmahnya we must closing our day with Allahu Akbar. Kita harus membuka dan menutup hari dengan kalimat takbir.

Apabila semua itu bisa kita maknai dan kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, insya Allah kita akan menjadi orang yang terpelihara dari keburukan, dan akan sukses dalam kehidupan.



Irman youtube gmbr

Ringkasan ini tidak tersedia. Harap klik di sini untuk melihat postingan.