Rabu, 18 Maret 2009

‘FISIKA’ Kategori (irman)

‘FISIKA’ Kategori

Medan (SIB)
Sebanyak 600 lebih siswa-siswi dari berbagai SMA di Sumut dipastikan ikut dan telah mendaftar sebagai peserta lomba Sains Plus antar pelajar SMA se-Sumut memperebutkan piala Gubsu yang diselenggarakan Perguruan Methodist 2 Medan, 19-20 Maret 2009.

Untuk mentranslate bahasa

Rotasi

Rotasi adalah perputaran benda pada suatu sumbu yang tetap, misalnya perputaran gasing dan perputaran bumi pada poros/sumbunya. Untuk bumi, rotasi ini terjadi pada garis/poros/sumbu utara-selatan (garis tegak dan sedikit miring ke kanan). Jadi garis utara-selatan bumi tidak berimpit dengan sumbu rotasi bumi, seperti yang terlihat pada “globe bola dunia” yang digunakan dalam pelajaran ilmu bumi/geografi. [...]

Untuk mentranslate bahasa

Gerak ini terdiri dari dua jenis, yaitu:
1. Gerak Setengah Parabola
Benda yang dilempar mendatar dari suatu ketinggian tertentu dianggap tersusun atas dua macam gerak, yaitu :
a. Gerak pada arah sumbu X (GLB)
vx = v0
Sx = X = vx t

Untuk mentranslate bahasa

Gaya Termasuk Vektor

DlNAMIKA adalah ilmu gerak yang membicarakan gaya-gaya yang berhubungan dengan gerak-gerak yang diakibatkannya.
GAYA TERMASUK VEKTOR, penjumlahan gaya = penjumlahan vektor.

Untuk mentranslate bahasa

Gerak Melingkar

Gerak melingkar terbagi dua, yaitu:
1. GERAK MELINGKAR BERATURAN (GMB)
GMB adalah gerak melingkar dengan kecepatan sudut (w) tetap.
Arah kecepatan linier v selalu menyinggung lintasan, jadi sama dengan arah kecepatan tangensial sedanghan besar kecepatan v selalu tetap (karena w tetap). Akibatnya ada percepatan radial ar yang besarnya tetap tetapi arahnya berubah-ubah. ar disebut juga percepatan sentripetal/sentrifugal [...]

Untuk mentranslate bahasa

GERAK JATUH BEBAS: adalah gerak jatuh benda pada arah vertikal dari ketinggian h tertentu tanpa kecepatan awal (v0 = 0), jadi gerak benda hanya dipengaruhi oleh gravitasi bumi g.
y = h = 1/2 gt²
t = Ö(2 h/g)
yt = g t = Ö(2 g h)

Untuk mentranslate bahasa

Grafik Gerak Benda

Grafik gerak benda (GLB dan GLBB) pada umumnya terbagi dua, yaitu S-t dan grafik v-t.
Pemahaman grafik ini penting untuk memudahkan penyelesaian soal.
Khusus untuk grafik v-t maka jarak yang ditempuh benda dapat dihitung dengan cara menghitung luas dibawah kurva grafik tersebut.

Untuk mentranslate bahasa

Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB)

Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) adalah gerak lurus pada arah mendatar dengan kecepatan v yang berubah setiap saat karena adanya percepatan yang tetap. Dengan kata lain benda yang melakukan gerak dari keadaan diam atau mulai dengan kecepatan awal akan berubah kecepatannya karena ada percepatan (a= +) atau perlambatan (a= -).

Untuk mentranslate bahasa

Gerak Lurus Beraturan (GLB)

KINEMATIKA adalah Ilmu gerak yang membicarakan gerak suatu benda tanpa memandang gaya yang bekerja pada benda tersebut (massa benda diabaikan). Jadi jarak yang ditempuh benda selama geraknya hanya ditentukan oleh kecepatan v dan atau percepatan a.

Untuk mentranslate bahasa

LOVE ( Cinta ) 3 (irman)

LOVE ( Cinta ) 3

LOVE ( Cinta ) 2

AWARENESS (kesadaran)

FRIEND ( Sahabat ) 2

Animasi Flash Fisika (Mekanika) (irman)

Animasi Flash Fisika (Mekanika)



Silakan download file-file animasi flash berikut. File dapat juga dibuat link dengan Powerpoint saat presentasi

Bagikan



DOWNLOAD FLASH FISIKA (MEKANIKA) :

1. Percepatan Konstan
2. Gerak
3. Gerak Relatif
4. Gravitasi 2 Bola
5. Proyektile Kenematik
6. Gerak Parabola
7. Gerak dan Gravitasi
8. Tumbukan di Udara
9. Ayunan Newton
10. Hukum Hookes
11. Koordinat Gerak Melingkar
12. Gerak Melingkar Vertikal
13 Ayunan
14. Titik pada Gerak Menggelinding (Rolling)
15. Arah Kecepatan Melingkar
16. Aturan Tangan Kanan
17. Presisi Putaran Atas
18. Gerak Melingkar Uniform
19. Gerak Harmonis Sederhana 1
20. Gerak Harmonis Sederhana 2
21. Gerak Harmonis Sederhana 3
22. Gerak Harmonis Sederhana 4

Daftar Sumber Media :

Hari ini: (irman)

Popular

Teori-Teori Belajar Irman)

Teori-Teori Belajar

oleh : Akhmad Sudrajat, M.Pd.

Jika menelaah literatur psikologi, kita akan menemukan banyak teori belajar yang bersumber dari aliran-aliran psikologi. Dalam tautan di bawah ini akan dikemukakan empat jenis teori belajar, yaitu: (A) teori behaviorisme; (B) teori belajar kognitif menurut Piaget; (C) teori pemrosesan informasi dari Gagne, dan (D) teori belajar gestalt.

A. Teori Behaviorisme

Behaviorisme merupakan salah aliran psikologi yang memandang individu hanya dari sisi fenomena jasmaniah, dan mengabaikan aspek – aspek mental. Dengan kata lain, behaviorisme tidak mengakui adanya kecerdasan, bakat, minat dan perasaan individu dalam suatu belajar. Peristiwa belajar semata-mata melatih refleks-refleks sedemikian rupa sehingga menjadi kebiasaan yang dikuasai individu.
Beberapa hukum belajar yang dihasilkan dari pendekatan behaviorisme ini, diantaranya :

1. Connectionism ( S-R Bond) menurut Thorndike.

Dari eksperimen yang dilakukan Thorndike terhadap kucing menghasilkan hukum-hukum belajar, diantaranya:

  1. Law of Effect; artinya bahwa jika sebuah respons menghasilkan efek yang memuaskan, maka hubungan Stimulus - Respons akan semakin kuat. Sebaliknya, semakin tidak memuaskan efek yang dicapai respons, maka semakin lemah pula hubungan yang terjadi antara Stimulus- Respons.
  2. Law of Readiness; artinya bahwa kesiapan mengacu pada asumsi bahwa kepuasan organisme itu berasal dari pemdayagunaan satuan pengantar (conduction unit), dimana unit-unit ini menimbulkan kecenderungan yang mendorong organisme untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu.
  3. Law of Exercise; artinya bahwa hubungan antara Stimulus dengan Respons akan semakin bertambah erat, jika sering dilatih dan akan semakin berkurang apabila jarang atau tidak dilatih.

2. Classical Conditioning menurut Ivan Pavlov

Dari eksperimen yang dilakukan Pavlov terhadap seekor anjing menghasilkan hukum-hukum belajar, diantaranya :

  1. Law of Respondent Conditioning yakni hukum pembiasaan yang dituntut. Jika dua macam stimulus dihadirkan secara simultan (yang salah satunya berfungsi sebagai reinforcer), maka refleks dan stimulus lainnya akan meningkat.
  2. Law of Respondent Extinction yakni hukum pemusnahan yang dituntut. Jika refleks yang sudah diperkuat melalui Respondent conditioning itu didatangkan kembali tanpa menghadirkan reinforcer, maka kekuatannya akan menurun.

3. Operant Conditioning menurut B.F. Skinner

Dari eksperimen yang dilakukan B.F. Skinner terhadap tikus dan selanjutnya terhadap burung merpati menghasilkan hukum-hukum belajar, diantaranya :

  1. Law of operant conditining yaitu jika timbulnya perilaku diiringi dengan stimulus penguat, maka kekuatan perilaku tersebut akan meningkat.
  2. Law of operant extinction yaitu jika timbulnya perilaku operant telah diperkuat melalui proses conditioning itu tidak diiringi stimulus penguat, maka kekuatan perilaku tersebut akan menurun bahkan musnah.

Reber (Muhibin Syah, 2003) menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan operant adalah sejumlah perilaku yang membawa efek yang sama terhadap lingkungan. Respons dalam operant conditioning terjadi tanpa didahului oleh stimulus, melainkan oleh efek yang ditimbulkan oleh reinforcer. Reinforcer itu sendiri pada dasarnya adalah stimulus yang meningkatkan kemungkinan timbulnya sejumlah respons tertentu, namun tidak sengaja diadakan sebagai pasangan stimulus lainnya seperti dalam classical conditioning.

4. Social Learning menurut Albert Bandura

Teori belajar sosial atau disebut juga teori observational learning adalah sebuah teori belajar yang relatif masih baru dibandingkan dengan teori-teori belajar lainnya. Berbeda dengan penganut Behaviorisme lainnya, Bandura memandang Perilaku individu tidak semata-mata refleks otomatis atas stimulus (S-R Bond), melainkan juga akibat reaksi yang timbul sebagai hasil interaksi antara lingkungan dengan skema kognitif individu itu sendiri. Prinsip dasar belajar menurut teori ini, bahwa yang dipelajari individu terutama dalam belajar sosial dan moral terjadi melalui peniruan (imitation) dan penyajian contoh perilaku (modeling). Teori ini juga masih memandang pentingnya conditioning. Melalui pemberian reward dan punishment, seorang individu akan berfikir dan memutuskan perilaku sosial mana yang perlu dilakukan.

Sebetulnya masih banyak tokoh-tokoh lain yang mengembangkan teori belajar behavioristik ini, seperti : Watson yang menghasilkan prinsip kekerapan dan prinsip kebaruan, Guthrie dengan teorinya yang disebut Contiguity Theory yang menghasilkan Metode Ambang (the treshold method), metode meletihkan (The Fatigue Method) dan Metode rangsangan tak serasi (The Incompatible Response Method), Miller dan Dollard dengan teori pengurangan dorongan.

B. Teori Belajar Kognitif menurut Piaget

Piaget merupakan salah seorang tokoh yang disebut-sebut sebagai pelopor aliran konstruktivisme. Salah satu sumbangan pemikirannya yang banyak digunakan sebagai rujukan untuk memahami perkembangan kognitif individu yaitu teori tentang tahapan perkembangan individu. Menurut Piaget bahwa perkembangan kognitif individu meliputi empat tahap yaitu : (1) sensory motor; (2) pre operational; (3) concrete operational dan (4) formal operational. Pemikiran lain dari Piaget tentang proses rekonstruksi pengetahuan individu yaitu asimilasi dan akomodasi. James Atherton (2005) menyebutkan bahwa asisimilasi adalah “the process by which a person takes material into their mind from the environment, which may mean changing the evidence of their senses to make it fit” dan akomodasi adalah “the difference made to one’s mind or concepts by the process of assimilation”

Dikemukakannya pula, bahwa belajar akan lebih berhasil apabila disesuaikan dengan tahap perkembangan kognitif peserta didik. Peserta didik hendaknya diberi kesempatan untuk melakukan eksperimen dengan obyek fisik, yang ditunjang oleh interaksi dengan teman sebaya dan dibantu oleh pertanyaan tilikan dari guru. Guru hendaknya banyak memberikan rangsangan kepada peserta didik agar mau berinteraksi dengan lingkungan secara aktif, mencari dan menemukan berbagai hal dari lingkungan.
Implikasi teori perkembangan kognitif Piaget dalam pembelajaran adalah :

  1. Bahasa dan cara berfikir anak berbeda dengan orang dewasa. Oleh karena itu guru mengajar dengan menggunakan bahasa yang sesuai dengan cara berfikir anak.
  2. Anak-anak akan belajar lebih baik apabila dapat menghadapi lingkungan dengan baik. Guru harus membantu anak agar dapat berinteraksi dengan lingkungan sebaik-baiknya.
  3. Bahan yang harus dipelajari anak hendaknya dirasakan baru tetapi tidak asing.
  4. Berikan peluang agar anak belajar sesuai tahap perkembangannya.
  5. Di dalam kelas, anak-anak hendaknya diberi peluang untuk saling berbicara dan diskusi dengan teman-temanya.

C. Teori Pemrosesan Informasi dari Robert Gagne

Asumsi yang mendasari teori ini adalah bahwa pembelajaran merupakan faktor yang sangat penting dalam perkembangan. Perkembangan merupakan hasil kumulatif dari pembelajaran. Menurut Gagne bahwa dalam pembelajaran terjadi proses penerimaan informasi, untuk kemudian diolah sehingga menghasilkan keluaran dalam bentuk hasil belajar. Dalam pemrosesan informasi terjadi adanya interaksi antara kondisi-kondisi internal dan kondisi-kondisi eksternal individu. Kondisi internal yaitu keadaan dalam diri individu yang diperlukan untuk mencapai hasil belajar dan proses kognitif yang terjadi dalam individu. Sedangkan kondisi eksternal adalah rangsangan dari lingkungan yang mempengaruhi individu dalam proses pembelajaran.

Menurut Gagne tahapan proses pembelajaran meliputi delapan fase yaitu, (1) motivasi; (2) pemahaman; (3) pemerolehan; (4) penyimpanan; (5) ingatan kembali; (6) generalisasi; (7) perlakuan dan (8) umpan balik.

D. Teori Belajar Gestalt

Gestalt berasal dari bahasa Jerman yang mempunyai padanan arti sebagai “bentuk atau konfigurasi”. Pokok pandangan Gestalt adalah bahwa obyek atau peristiwa tertentu akan dipandang sebagai sesuatu keseluruhan yang terorganisasikan. Menurut Koffka dan Kohler, ada tujuh prinsip organisasi yang terpenting yaitu :

  1. Hubungan bentuk dan latar (figure and gound relationship); yaitu menganggap bahwa setiap bidang pengamatan dapat dibagi dua yaitu figure (bentuk) dan latar belakang. Penampilan suatu obyek seperti ukuran, potongan, warna dan sebagainya membedakan figure dari latar belakang. Bila figure dan latar bersifat samar-samar, maka akan terjadi kekaburan penafsiran antara latar dan figure.
  2. Kedekatan (proxmity); bahwa unsur-unsur yang saling berdekatan (baik waktu maupun ruang) dalam bidang pengamatan akan dipandang sebagai satu bentuk tertentu.
  3. Kesamaan (similarity); bahwa sesuatu yang memiliki kesamaan cenderung akan dipandang sebagai suatu obyek yang saling memiliki.
  4. Arah bersama (common direction); bahwa unsur-unsur bidang pengamatan yang berada dalam arah yang sama cenderung akan dipersepsi sebagi suatu figure atau bentuk tertentu.
  5. Kesederhanaan (simplicity); bahwa orang cenderung menata bidang pengamatannya bentuk yang sederhana, penampilan reguler dan cenderung membentuk keseluruhan yang baik berdasarkan susunan simetris dan keteraturan; dan
  6. Ketertutupan (closure) bahwa orang cenderung akan mengisi kekosongan suatu pola obyek atau pengamatan yang tidak lengkap.

Terdapat empat asumsi yang mendasari pandangan Gestalt, yaitu:

  1. Perilaku “Molar“ hendaknya banyak dipelajari dibandingkan dengan perilaku “Molecular”. Perilaku “Molecular” adalah perilaku dalam bentuk kontraksi otot atau keluarnya kelenjar, sedangkan perilaku “Molar” adalah perilaku dalam keterkaitan dengan lingkungan luar. Berlari, berjalan, mengikuti kuliah, bermain sepakbola adalah beberapa perilaku “Molar”. Perilaku “Molar” lebih mempunyai makna dibanding dengan perilaku “Molecular”.
  2. Hal yang penting dalam mempelajari perilaku ialah membedakan antara lingkungan geografis dengan lingkungan behavioral. Lingkungan geografis adalah lingkungan yang sebenarnya ada, sedangkan lingkungan behavioral merujuk pada sesuatu yang nampak. Misalnya, gunung yang nampak dari jauh seolah-olah sesuatu yang indah. (lingkungan behavioral), padahal kenyataannya merupakan suatu lingkungan yang penuh dengan hutan yang lebat (lingkungan geografis).
  3. Organisme tidak mereaksi terhadap rangsangan lokal atau unsur atau suatu bagian peristiwa, akan tetapi mereaksi terhadap keseluruhan obyek atau peristiwa. Misalnya, adanya penamaan kumpulan bintang, seperti : sagitarius, virgo, pisces, gemini dan sebagainya adalah contoh dari prinsip ini. Contoh lain, gumpalan awan tampak seperti gunung atau binatang tertentu.
  4. Pemberian makna terhadap suatu rangsangan sensoris adalah merupakan suatu proses yang dinamis dan bukan sebagai suatu reaksi yang statis. Proses pengamatan merupakan suatu proses yang dinamis dalam memberikan tafsiran terhadap rangsangan yang diterima.

Aplikasi teori Gestalt dalam proses pembelajaran antara lain :

  1. Pengalaman tilikan (insight); bahwa tilikan memegang peranan yang penting dalam perilaku. Dalam proses pembelajaran, hendaknya peserta didik memiliki kemampuan tilikan yaitu kemampuan mengenal keterkaitan unsur-unsur dalam suatu obyek atau peristiwa.
  2. Pembelajaran yang bermakna (meaningful learning); kebermaknaan unsur-unsur yang terkait akan menunjang pembentukan tilikan dalam proses pembelajaran. Makin jelas makna hubungan suatu unsur akan makin efektif sesuatu yang dipelajari. Hal ini sangat penting dalam kegiatan pemecahan masalah, khususnya dalam identifikasi masalah dan pengembangan alternatif pemecahannya. Hal-hal yang dipelajari peserta didik hendaknya memiliki makna yang jelas dan logis dengan proses kehidupannya.
  3. Perilaku bertujuan (pusposive behavior); bahwa perilaku terarah pada tujuan. Perilaku bukan hanya terjadi akibat hubungan stimulus-respons, tetapi ada keterkaitannya dengan dengan tujuan yang ingin dicapai. Proses pembelajaran akan berjalan efektif jika peserta didik mengenal tujuan yang ingin dicapainya. Oleh karena itu, guru hendaknya menyadari tujuan sebagai arah aktivitas pengajaran dan membantu peserta didik dalam memahami tujuannya.
  4. Prinsip ruang hidup (life space); bahwa perilaku individu memiliki keterkaitan dengan lingkungan dimana ia berada. Oleh karena itu, materi yang diajarkan hendaknya memiliki keterkaitan dengan situasi dan kondisi lingkungan kehidupan peserta didik.
  5. Transfer dalam Belajar; yaitu pemindahan pola-pola perilaku dalam situasi pembelajaran tertentu ke situasi lain. Menurut pandangan Gestalt, transfer belajar terjadi dengan jalan melepaskan pengertian obyek dari suatu konfigurasi dalam situasi tertentu untuk kemudian menempatkan dalam situasi konfigurasi lain dalam tata-susunan yang tepat. Judd menekankan pentingnya penangkapan prinsip-prinsip pokok yang luas dalam pembelajaran dan kemudian menyusun ketentuan-ketentuan umum (generalisasi). Transfer belajar akan terjadi apabila peserta didik telah menangkap prinsip-prinsip pokok dari suatu persoalan dan menemukan generalisasi untuk kemudian digunakan dalam memecahkan masalah dalam situasi lain. Oleh karena itu, guru hendaknya dapat membantu peserta didik untuk menguasai prinsip-prinsip pokok dari materi yang diajarkannya.

Kumpulan PowerPoint (Irman)

Kumpulan PowerPoint : KIMIA




Berikut hasil hunting ppt untuk membantu pembelajaran kimia. Silakan langsung aja tancap download:


1. ASAM DAN ALKALI

2. REAKSI TAMBAHAN

3. STRUKTUR ATOM

4. ATOM DAN TABEL PERIODIK

5. ATOM MOLEKUL DAN ION

6. DASAR-DASAR KIMIA

7. ENERGI DAN KONSERVASI

8. KIMIA HIJAU

9. PEMBUATAN LISTRIK

10 TABEL PERIODIK

Kumpulan PowerPoint : FISIKA




Berikut hasil hunting ppt untuk membantu pembelajaran fisika. Silakan langsung aja tancap download:



1. GAYA SETIMBANG

2. WARNA

3. KEPADATAN (DENSITY)

4. PENGANTAR LISTRIK

5. RANGKAIAN LISTRIK

6. PERPINDAHAN ENERGI

7. MAGNET

8. TEKANAN DAN MOMENT

9. STATIK

10. TELEKOMONIKASI TELEPON

Kumpulan PowerPoint : BIOLOGI




Berikut hasil hunting ppt untuk membantu pembelajaran biology. Silakan langsung aja tancap download:



1. AKAR TUMBUHAN

2. KLASIFIKASI

3. PARU-PARU

4. FOTOSINTESIS

5. TUMBUHAN

6. POPULASI

7. SISTEM ENDOKRIN DAN SARAF

8. KOMPONEN DARAH

9. MIKROSKOP

10. EKOLOGI

11. REPLIKASI DNA

12. SISTEM KEKEBALAN

13. SISTEM PEREDARAN DARAH

MEMAHAMI EKSISTENSI ALLAH DENGAN FISIKA (Irman)

MEMAHAMI EKSISTENSI ALLAH DENGAN FISIKA

Untuk melihat dan memahami eksistensi ALLAH SWT tentulah dengan menggunakan media yang disediakan ALLAH SWT yaitu mata hati atau qolbu. Dengan Teori Resonansi kita bisa memahami eksistensi Zat ALLAH SWT.

Dengan mata hati manusia dapat menangkap resonansi getar-getar eksistensi ALLAH SWT. Gelombang resonansi itulah yang biasa disebut orang sebagai NUR HIDAYAH ALLAH SWT. Gelombang resonansi dalam hati manusia bagaikan getaran senar gitar. Semakin kuat kita petik maka getarannya semakin kuat pula, sehingga dapat menyentuh relung hati yang paling dalam. Dalam Hadits Qudsi ditegaskan:

" ALLAH SWT berfirman: " Tak dapat memuat Zat-Ku bumi dan langit-Ku, yang dapat memuat Akau adalah hati hamba-Ku yang mukmin, lunak dan tenang".

Itulah sebabnya jika gelombang resonansi yang frekuensinya tidak terkendali, misalnya karena sedang marang, jengkel atau dendam maka jantungnya akan berdegup kencang, darah mengalir deras ke otak, hormon adrenalinnya meningkat, Nur Hidayah jelas akan terdesak dan yang muncul adalah was-was setan. Karena itulah Rosululloh SAW mengatakan bahwa kalo kita sedang marah maka setanlah yang bersemayam di dada kita. Obatnya tiada lain adalah berwudhu dan sholat serta istighfar. Perhatikan firman ALLAH SWT:

" Di antara manusi ada orang yang membantah tentang ALLAH tanpa ilmu pengetahuan dan mengikuti setiap setan yang jahat" (QS. Al-Hajj:3)

Kita harus dapat melatih dan menguasai resonansi qolbu itu sebab resonansi yang dipengaruhi oleh amarah, dendam dan kebencian adalah was-was setan. Kita akan bertindak irrasional dan condong emosional. Resonansi ini menjadi seperti yang dihasilkan oleh pesawat turbo jet atau roket. Ledakan gelombang resonansi itu akan memekakkan telinga dan menggetarkan dad, bunyinya bagaikan ledakan pesawat supersonik bermesin turbo jet yang melejit terbang membelahangkasa, sehingga kita berada di bandara merasakan telingga akan pecah bahkan kaca-kaca jendelapun akan pecah berantakan. Artinya getaran resonansi harus dapat kita kontrol dan kendalikan dan dilatih menjadi resonansi yang lembut bagaikan gitar akustik. Dengan resonansi yang lembut sesyahdu suara biola dan gitar yang tersa menyentuh qolbu. Ini sama halnya seperti getaran wahtu Illahi yang dibacakan orang (misalnya mendengarkan orang membaca Al Quran), maka frekuensi getaran qolbu akan tersambung dengan frekuensi resonansi Al- Quran. Itu sebabnya hati dan jiwa kita akan tergetar. Sebagaimana Firman ALLAH SWT:

" Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila dibaca nama ALLAH gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan hanya kepada Robblah mereka bertawakal" (QS Al Anfal : 2)

Tentunya untuk dapat menangkap sinyal-sinyal getaran Nur Hidayah ALLAH, manusia harus selalu membersihkan qolbunya, baik dari unsur negatif baik berupa dosa manusia maupun getaran was-was setan. Qolbu pun harus terjaga dari elemen negatif yang berasal dari was-was setan laknatulloh itu. Kalo kedua unsur ini telah bersih dari dalam qolbu manusia, maka qolbu manusia akan menjadi penerima yang dapat menangkap sinyal dari eksistensi ALLAH SWT.

BAGAIMANA KAPAL TERAPUNG (MOpas)

BAGAIMANA KAPAL TERAPUNG

TUJUAN
Untuk mengetahui bagaimana sebuah kapal yang berat dapat mengapung.


ALAT DAN BAHAN
beberapa penjepit kertas atao apalah
lembaran aluminium
penggaris
seember air


LANGKAH KERJA
• Gunting dua potongan aluminium berukuran 10 cm x 10 cm ddri lembaran aluminium,
• Bungkuskan salah satu potongan aluminium pada 10 penjepit kertas, dan remaslah sampai berbentuk seperti bola kecil yang mampat.
• Lipat empat sisi potongan aluminium yang lain untuk membentuk sebuah kotak bujur sangkar kecil.
• Tempatkan 10 penjepit kertas di atas kotak kecil tersebut.
• Letakkan kotak kecil aluminium tersebut di atas permukaan air di ember.
• Letakkan bola kecil aluminium di atas permukaan air.


APA YANG TERJADI?
Kotak kecil terapung, sedangkan bola kecil tenggelam.



FISIKA MENJAWAB?
Bola dan kotak mempunyai berat yang sama,tetapi bola mengambil tempat yang lebih kecil dibandingkandengan kotak. Jumlah air yang didesak oleh benda, sama dengan gaya tekan ke atas oleh air terhadap benda tersebut.Bola mendesak air lebih sedikit dibandingkan dengan kotak, maka tidak cukup gaya -tekan ke atas yang memungkinkannya terapung. Kapal besar sangat berat, tetapi mempunyai ruang-ruang loss yang berisi udara, yang memperbesar gaya apung.

UEEEENAK..NAK...NAK....(PRINSIP KAPAL SELAM) (MOpas)

UEEEENAK..NAK...NAK....(PRINSIP KAPAL SELAM)

TUJUAN
Mengetahui prinsip kerja kapal selam (Penerapan Hukum Archimedes)

ALAT BAHAN
Botol bekas minuman, sedotan

CARA KERJA
Rangkai seperti gambar di samping

APA YANG TERJADI?
Ketika botol dipenuhi air maka tenggelam. ketika air dikeluarkan botol mengapung. itulah prinsip kerja kapal selam sederhana


Neh gambarnya.......

Seorang siswa, kiye jenenge BAYU sedang mencoba menerangkan prinsip kerja kapal selam. dia menyedot air dalam ember bertujuan untuk menenggelamkan kemudian meniup air (agar air keluar botol) bertujuan untuk mengapungkan. Tapi......ketika dia menyedot ada air yang masuk. Katanya: " NYeemm....nyemmm......ueeenak..nak..nak......suegerrrr...hehehehe". Padahal airnya air mentah lhooooo...........


INI gambar...kelas 11 ipa lain. aaaah....sueeeegerrrr........nikmat.......... eh tau ga itu nyang lagi nyengir(kliatan giginya) itu vokalis kangen band lhoo..(katanya temen2nya)