Rabu, 11 Maret 2009

Kabupaten konawe utara (laha anggu nio)

Halaman Utama

Dalam rangka mewujudkan tercapainya hakekat otonomi daerah dan tujuan pembentukan daerah, dan berdasarkan aspirasi daerah yang didukung kondisi geografis, topografi, kemampuan ekonomi, potensi daerah, sosial budaya, sosial politik, kependudukan, luas wilayah pertanahan, keamanan, pertimbangan kemampuan keuangan, tingkat kesejahteraan masyarakat dan rentang kendali penyelenggaraan dan pembinaan pemerintahan, pembangunan dan masyarakat, maka untuk medukung dan mendorong daya guna dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pembinaan masyarakat serta mendekatkan dan meningkatkan pelayanan yang ditujukan untuk kesejahteraan rakyat, Kabupaten Konawe Utara

SELAYANG PANDANG

Kabupaten Konawe Utara terbentuk berdasarkan :

  1. Aspirasi Masyarakat
  2. Keputusan DPRD Kabupaten Konawe Nomor 12 Tahun 2005 Tentang Persetujuan Pemekaran Kabupaten Konawe.
  3. Surat Bupati Konawe Nomor 216/217 tanggal 28 Januari Tahun 2004 Perihal Pembentukan Kabupaten Konawe Utara.
  4. Surat Bupati Konawe Nomor 135/1822 tanggal 3 Oktober tahun 2005 Perihal Pemekaran Kabupaten Konawe
  5. Keputusan DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara Nomor 13 Tahun 2005 tanggal 23 November 2005 tentang Persetujuan Terhadap Usul Pemekaran Kabupaten Konawe dengan membentuk Kabupaten Konawe Utara
  6. Surat Usulan Gubernur Sulawesi Tenggara Nomor 136/648 tanggal 17 Februari 2004 perihal usul Pemekaran Kabupaten Konawe Utara di Provinsi Sulawesi Tenggara
  7. Keputusan DPRD Kabupaten Kendari Nomor 13/DPRD Tahun 2004 tentang Penetapan Calon Ibu Kota Kabupaten Konawe Utara
  8. Keputusan DPRD Kabupaten Kendari Nomor 14 Tahun 2004 tentang Dukungan Penyediaan Dana untuk Kabupaten Konawe Utara
  9. Surat Keputusan Gubernur Sulawesi Tenggara Nomor 326 Tahun 2004 tentang Pemberian Bantuan Dana Awal Kepada Pemerintah Kabupaten baru hasil pemekaran Kabupaten Kendari
  10. UU-RI Nomor 13 Tahun 2007 tentang Pembentukan Kabupaten Konawe Utara di Provinsi Sulawesi Tenggara

Letak

Kabupaten Konawe Utara berasal dari sebagian Wilayah Kabupaten Konawe yang terdiri atas cakupan wilayah :

• Kecamatan Asera

• Kecamatan Wiwirano

• Kecamatan Langgikima

• Kecamatan Molawe

• Kecamatan Lasolo

• Kecamatan Lembo dan

• Kecamatan Sawa

Batas Wilayah

Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Morowali Provinsi Sulawesi Tengah dan Kecamatan Routa Kabupaten Konawe, Sebelah Timur berbatasan Kabupaten Morowali Provinsi Sulawesi Tengah dan Laut Banda, Sebelah Selatan berbatasan Kec. Bondoala, Kec. Amonggedo, Kec. Meluhu, Kec. Anggaberi, Kec. Tongauna, dan Kecamatan Abuki Kabupaten Konawe, sebelah Barat berbatasan dengan Kec. Latoma Kab. Konawe.

Luas Wilayah

Adapun luas wilayah daratan Kabupaten Konawe Utara adalah 5.101,76 Km 2

Topografi

Kabupaten Konawe Utara pada umumnya berbukit dan bergunung yang diapit oleh daratan rendah serta pesisir pantai yang sangat potensial untuk Pengembangan Pertanian, Perkebunan, Perikanan, Perhutanan dan Pertambangan.

Demografi

Tahun 2006 jumlah penduduk 86.239 jiwa.

Administrasi Pemerintahan

Secara Administratif, Kabupaten Konawe Utara terbagi dalam 7 Kecamatan, 98 desa dan 8 Kelurahan.

POTENSI SUMBER DAYA ALAM

  • Sub Sektor Tanaman Pangan

Jenis Tanaman Pangan yang paling dominan di Kabupaten Konawe Utara adalah padi/beras. Mengenai potensi padi/beras dapat dilihat sebagai berikut : Luas lahan potensial yang dapat diolah adalah 46.982 Ha, lahan yang dapat dijadikan lahan iringasi teknis adalah 46,982 Ha dan baru dimanfaatkan sebesar 865 Ha. Jadi masih terdapat 46.117 Ha yang belum dimanfaatkan. Produksi yang dihasilkan adalah padi, jagung, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, kacang kedele, kacang hijau dan lain-lain.

  • Sub Sektor Perkebunan

Luas lahan potensial yang dapat diolah adalah 257.241 Ha, efektif dikelola sampai dengan tahun 2004 adalah 3.000 Ha untuk perkebunan besar dan 35.121 Ha untuk perkebunan rakyat. Komoditi yang dikembangkan dan dihasilkan adalah : Kakao, Jambu Mete, Kelapa, Kopi, Cengkeh, Lada, Pala, Vanili dan lain-lain.

Sub Sektor Peternakan

Potensi areal untuk pengembangan ternak kurang lebih 125.100 Ha secara umum belum termanfaatkan dengan baik, terutama untuk ternak besar, sebab pada umumnya masyarakat memelihara ternak besar masih menggunakan halaman pekarangan atau perkebunan kelapa dan mete.

Sub Sektor Perikanan dan Kelautan

Potensi Perikanan baik perikanan laut maupun perikanan darat (Kolam, empang/tambak). Luas perairan laut 578.600 Ha Potensi dan produksi perikanan;

  • Tambak 1.211 Ha
  • Kolam 12.126 Ha
  • Perikanan Laut
  • Budi Daya 1.850
  • Penangkapan 3.936 Ha.

Sub Sektor Kehutanan

Luas kawasan hutan adalah 385.195 Ha dengan produksi hasil hutan berupa; Kayu Jati, Kayu Rimba Campuran, Rotan Damar dan Hasil Hutan Rotan.

Sub Sektor Industri

Sampai dengan tahun 2006 jumlah usaha sektor industri sebanyak 233 Unit dengan pertumbuhan rata-rata 1.2% pertahun dan jumlah tenaga kerja yang terserap 16.750 orang. Industri tersebut adalah merupakan hasil industri rumah tangga/industri kecil, industri Boga, Bahan Bangunan, logam, kayu, rotan, percetakan dan jasa.

Sub Sektor Perdagangan

Sampai dengan tahun 2006 jenis komoditi yang diperdagangkan dari Wilayah Kabupaten Konawe Utara adalah hasil produksi sektor pertanian dan kehutanan yang terdiri dari :

    • Udang Beku
    • Ikan Cakalang
    • Biji Kakao
    • Mutiara
    • Rotan
    • Ikan Campuran
    • Kepiting
    • Kayu Jati Olahan
    • Kayu Besi
    • Floring jati
    • Gurita
    • Kayu Olahan
    • Lobster
    • Ikan Kerapu Hidup
    • Mete Gelondongan
    • Kayu Rimba Campuran
    • Teripang Laut
  • Sub Sektor Pertambangan dan Energi

Potensi Pertambangan di Wilayah Kabupaten Konawe Utara terdiri dari ;

  1. Potensi air permukaan untuk sumberdaya energi listrik Sungai Lalindu dengan
    • Q = 413 dan daya 200 MW, Sungai Lasolo
    • Q = 123,916 dan daya 150 MW
  2. Potensi Geoternal di Desa Wawolesea sebagai sumber air panas.
  3. Potensi Tambang
  • Marmer di Kecamatan Lasolo 452.470 M3 dan dari Kecamatan Asera 482.792.000 M3
  • Potensi Biji Nikel di Pulau Bawulu 14.570 Ha dengan kadar 1,47% sampai dengan 2,4% Nii, Tanjung Boenaga 21.770 Ha, Lalindu Kecamatan Asera 73.200 Ha dan saat ini PT. Aneka Tambang telah melakukan eksplorasi di Desa Tapunggaya Kecamatan Lasolo.

Sub Sektor Pariwisata

    Potensi Pariwisata di Kabupaten Konawe Utara yang sudah dan dapat dikembangkan adalah :

    1. Wisata Bahari di Pulau Labengki dan Sekitarnya
    2. Pantai Taipa Kecamatan Sawa
    3. Arung Jeram di Kecamatan Wiwirano
    4. Telaga Tiga Warna di Desa Linomoiyo Kecamatan Asera
    5. Air Panas di Desa Wawolesea Kecamatan Lasolo
    6. Wiisata Berburu di Para Wonua di Desa Tira Wuta Kecamatan Wiwirano.
    7. Kabupaten Konawe Utara
    8. Kabupaten Buton Utara
    9. Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro
    10. Kabupaten Empat Lawang
    11. Kabupaten Batubara
    12. Kabupaten Nagekeo
    13. Kabupaten Sumba Tengah dan Kota Kotamobagu

Templat:Kabupaten Konawe Utara




Tidak ada komentar:

Posting Komentar