.: fisika itu adalah sunnatullah :.
(1) Meningkatkan pengetahuan dasar publik Indonesia di bidang Fisika dengan artikel fisika populer dalam Bahasa Indonesia.
(2) Menyediakan sebuah komunitas yang bersahabat untuk berkumpul dan berdiskusi tentang Fisika, ilmu pengetahuan, dan kehidupan sosial.
(3) Peduli dan mendukung pemakaian Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
(1) Meningkatkan pengetahuan dasar publik Indonesia di bidang Fisika dengan artikel fisika populer dalam Bahasa Indonesia.
(2) Menyediakan sebuah komunitas yang bersahabat untuk berkumpul dan berdiskusi tentang Fisika, ilmu pengetahuan, dan kehidupan sosial.
(3) Peduli dan mendukung pemakaian Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
KECEPATAN CAHAYA MENURUT AL QUR'AN
Fri, 2007-05-25 02:29 — elfarid KECEPATAN CAHAYA Kecepatan cahaya adalah kecepatan yang tercepat di jagat raya ini yaitu 299279.5 Km/det. Bisa ditentukan/dihitung dengan tepat berdasar informasi dari petunjuk AL Quran Mungkin anda pernah tahu bahwa konstanta C, atau kecepatan cahaya yaitu kecepatan tercepat di jagat raya ini diukur, dihitung atau ditentukan oleh berbagai institusi berikut: • US National Bureau of Standards C = 299792.4574 + 0.0011 km/det • The British National Physical Laboratory C = 299792.4590 + 0.0008 km/det • Konferensi ke-17 tentang Penetapan Ukuran dan Berat Standar ”Satu meter adalah jarak tempuh cahaya dalam ruang vacum selama jangka waktu 1/299792458 detik". Tapi anda seharusnya tahu bahwa konstanta C bisa dihitung/ditentukan secara tepat menggunakan informasi dari kitab suci yang diturunkan 14 abad silam: Al Quran, kitab suci umat Islam
Menyempurnakan perbuatan baik
Sat, 2007-05-19 07:15 — Febdian Rusydi Menulis dan publikasikanlah! Saya tidak ingat di mana saya pernah baca seruan ini. Tentu saja mempublikasikan tulisan sendiri tidak selalu identik dengan ria atau sombong — walau hati orang siapa yang tahu. Tulisan dan publikasi insyaallah selalu bermanfaat, asal bukan diari saja: Menulis diari tidak perlu dipublikasikan, mempublikasikan diari juga bukan sesuatu yang pantas rasanya. Saya hendak bercerita tentang kejadian yang menimpa saya hari Sabtu 28 April yang lalu. Karena suatu dan lain hal, saat mengendari sepeda di sore hari jaket saya tercecer di jalan. Di dalam saku jaket itu ada dompet saya. Saya baru menyadarinya selepas maghrib, sekitar dua jam setelah saya sampai di kamar kos. Satu jam lagi kereta yang saya tumpangi hendak berangkat dari Stasiun Turi, Surabaya, menuju Stasiun Gambir, Jakarta. Keberangkatan hari Jumat malam itu memang sudah saya rencanakan bersama Ira.
- Febdian Rusydi's blog
- Login or register to post comments
- Read more
Transfer Antar Flasdisk
Thu, 2007-05-17 02:48 — alet_cher coba kalian bayangkan ketika kita diberi materi oleh dosen, mengikuti seminar, atau file-file penting yang dimiliki oleh teman, dimana file tersebut amat sangat kita inginkan karena begitu penting bagi kita, tapi sayangnya file itu cuma ada di flasdisk (belum dibackup/dicopy ke hardisk), bagaimana caranya agar kita bisa mendapatkan file itu....???? Tentunya butuh waktu yang sangat lama, karena harus melalui prosedur pentransferan file dari flasdisk ke flasdisk. kita harus mencari komputer dulu sebagai media penghubung antar flasdisk untuk mengirim file itu, itupun kalo disekitar kita ada komputer, nah kalau tidak, kita mau transfer pakai apa??? laptop??? itupun kalau ada yang bawa. Nah, tentunya di zaman yang bisa dikatakan serba canggih ini lah, masalah tersebut diharapkan sudah gak terjadi lagi, untuk itu....mungkin gak ya kalau seandainya sekarang kita gak lagi susah payah mencari komputer atau laptop untuk mengirim file antar flasdisk???atau mungkin aja teknologi seperti itu sudah ada ya....?? dan aku aja yang belum tau ya...?? ^_^....
Konsep Sederhana tentang Medan
Sun, 2007-04-15 04:50 — Febdian Rusydi Ternyata kota Padang dan kota Medan berbagi makna yang sama atas namanya: field. Mereka saudara semakna yang benar-benar adil dan tahu diri. Si "Padang" lebih memilih untuk melekat pada hal-hal religus dan sosial-lingkungan, katakanlah kita mengenal ada padang Mahsyar atau padang rumput/ilalang; sementara si "Medan" mengambil peran nuansa yang lebih seram, katakanlah ada medan perang atau medan gravitasi. Wah... Mungkin kalau kita ganti, misalnya medan Mahsyar atau padang gravitasi, secara makna tidak berbeda tapi hanya ganjal di telinga. Hmm... tapi ide menarik juga kalau saya coba mulai dari sekarang menyebut Quantum Field Theory sebagai "Teori Kuantum Padang", hahaha. Mungkin orang yang mendengar akan mengasosiasikannya sebagai "Teori Kuantum dari Padang". Ngomong-ngomong tentang medan gravitasi, apa sih itu? Selain itu kita juga sering mendengar medan listrik atau medan magnet, apa sih itu? Atau lebih tepatnya, apa sih arti medan dalam fisika? Saat Newton menyadari, sekitar tahun 1750, bahwa ada sesuatu yang membuat kita tertahan di kulit Bumi, sesuatu yang sama yang membuat Bulan mengorbit Bumi dan Bumi mengorbit Matahari, dia mengusulkan sesuatu itu adalah gaya umum (universal force) yang membuat segala sesuatu menarik segala sesuatu yang lain. Gaya itu kemudian disebut gaya gravitasi, berbanding lurus dengan dua objek bermassa yang terlibat dalam aksi tarik-tarikkan tersebut dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak dua objek tersebut. Walau sukses menjelaskan gaya gravitasi, Newton tidak benar-benar menjelaskan bagaimana gravitasi bekerja. Newton menjelaskan bagaimana Bumi mengorbit Matahari dan bagaimana kita tertahan di kulit Bumi, tapi dia tidak menjelaskan apa yang membuat ini terjadi. Sekitar seratus delapan puluh tahun kemudian penjelasan ini datang dari Einstein dengan teori Relativitas Umumnya: bahwa benda bermassa akan menciptakan medan di sekitarnya, melengkungkan ruang sehingga dimensi ruang memendek (kontraksi panjang) dan dimensi waktu memanjang (dilatasi waktu).

Gambar 1. Medan gravitasi berdasarkan teori Relativitas Umum. Benda bermassa menyebabkan ruang melengkung disekitarnya. Lengkungan ruang inilah medan gravitasi dari benda tersebut. Jika ada partikel yang masuk dalam medan tersebut, dia akan "jatuh" ke dalam benda ini. Bahkan cahaya pun terpengaruh oleh medan gravitasi, sehingga kita bisa melihat benda lain di belakang benda ini seperti yang diilustrasikan gambar di atas.
Mengangkat sebelah kaki saat mengajar
Thu, 2007-04-12 16:46 — Febdian Rusydi Beberapa hari yang lalu saya diprotes seorang praktikan fisika dasar karena saya dianggap kurang begitu sopan. Alasannya, saya beberapa kali kalau sedang mengajar suka menaikkan sebelah kaki ke kursi (bukan ke meja). Wah, ini menjadi menarik bagi saya yang memang secara kultural bagi saya itu masih dalam batas kesopanan. Sejak tahun 1996 saya merantau dari ranah Minang, tanah kelahiran saya. Walau tidak mengklaim banyak, tapi saya bisa katakan sudah merasakan beberapa ragam budaya dan adat. Masing-masing berbeda, unik, dan tentu saja memiliki nilai dan norma. Sebagai seorang muslim, tentu saja saya berpegang pada pepatah dari ranah kelahiran saya, "adat basandi sarak, sarak basandi kitabullah" — adat berdasarkan kebiasaan, kebiasaan berdasarkan Al-quran. Adat basandi sarak mungkin memang sudah dipakai oleh semua peradaban di Bumi ini. Tapi yang kedua, sarak basandi kitabullah, diperkenalkan semenjak syariat Islam didakwahkan oleh Rasulullah Muhammad SAW. Jadi bagi saya adat adalah acuan ketiga setelah kebiasaan, sedangkan kebiasaan adalah acuan kedua setelah syariat.
Emosi karena teman telat datang? Tunggu dulu!
Tue, 2007-04-10 02:13 — Febdian Rusydi Pernah buat janji dengan rekan tapi kemudian rekan-janjiannya telat? Atau kita yang mengajak berjanji telat datang? Telat lima-sepuluh menit mungkin masih bisa ditolerir, tapi kalau sampai setengah bahkan sampai satu jam? Wah, pasti kesal. Saya cukup sering (karena memang tidak selalu) mengalaminya. Awalnya bisa ditolerir, lama-lama mulai memancing ketidakstabilan emosi. Tapi akhirnya saya sadari, khusus untuk teman saya yang satu ini, bahwa keterpancintan ini (apa lagi sampai emosi, kesal, atau marah) adalah melawan sunnatullah. Wah wah wah, masalah serius ya? Benar. Bagaimana tidak keterlaluan kalau emosi saya terpancing sementara saya belajar dan mengajarkan fisika relativitas Einstein? Berdasarkan prinsip relativitas umum Einstein, benda bermassa akan menciptakan medan gravitasi dan medan ini mempengaruhi dimensi ruang-waktu di sekitarnya. Medan ini akan memendekkan dimensi ruang dan memanjangkan dimensi waktu. Semakin massif benda tersebut, semakin kuat medan gravitasi yang dihasilkan, maka semakin memendek dimensi ruang dan semakin memanjang dimensi waktu.
Arus Bolak-balik, Apa Itu?
Sun, 2007-04-08 05:58 — Febdian Rusydi Nyaris semua orang pernah dengar, pernah memakainya dalam kalimat sehari-hari: arus bolak-balik, atau AC (alternating current). Tapi ketika ditanya apa itu arus bolak-balik, kebanyakan dari kita angkat bahu atau menggeleng. Jangankan orang kebanyakan seperti kita, para mahasiswa yang sedang mengambil kuliah Fisika Dasar pun banyak yang angkat bahu. "Apa itu AC," kata saya membuka tes awal di sebuah praktikum Fisika Dasar. "Arus bolak-balik, Pak," kata mereka. "Ya, apa itu arus bolak-balik?" tanya saya balik. Mereka mulai saling pandang. Saya coba bantu mereka dengan mengganti pertanyaan, "Yang bolak-balik apanya?". "Arusnya Pak..." Wah, saya ingin tertawa tapi miris: Mahasiswa yang sedang praktikum listrik tidak tahu apa itu arus bolak-balik. Mau menangis tapi ini lucu, lebih tepatnya lucu menertawakan nasib sendiri (kalau tidak ingin mengatakan sebuah kebodohan). Saya tidak ingin membahas aspek sosial atau kondisi pendidikan Indonesia yang mungkin layak disalahkan atas nasib ini. Mental enggan dan manja yang melekat erat pada jiwa mahasiswa kita untuk mengubah nasib juga mungkin pantas untuk disalahkan. Namun kali ini saya ingin membahas sedikit tentang apa itu arus bolak-balik. Mudah-mudahan tulisan secuil ini bisa membantu kita untuk memahami arus bolak-balik — setidak-tidaknya setelah membaca tulisan ini kita bisa mengerti apa itu arus bolak-balik saat mengucapkannya dalam kalimat sehari-hari.
Maaf.. Tolong Penjelasan..
Sat, 2007-04-07 04:16 — olan Sebelumnya saya mohon maaf jika tulisan yang saya post bukanlah pembahasan melainkan pertanyaan. Saya bukanlah ahli fisika ataupun lulusan fisika, saya seorang karyawan swasta lulusan akuntansi namun saya sangat tertarik dengan Fisika. Jujur saja "kesangat ketertarikan" saya akan Fisika baru muncul saat saya lulus kuliah (2003). Saya mulai membeli buku2 mengenai fisika bahkan mengenai kaitan Fisika dengan Al-Qur'an (Subhanallah.. baru sadar). Saya sangat tertarik dengan hal-hal fisika ini (yang tidak saya sadari saat SMP dan SMA/yang sampai sekarang menyesal kenapa ga ditekuni dulu), ternyata semua hal-hal dibumi bahkan ruang angkasa sekalipun merupakan penjelasan Fisika. Yang membuat saya terkejut ketika saya membaca mengenai teori Newton, Relativitas dan Quantum. Luar Biasa!! (kasian deh baru tau..)
Kontradiksi Ohm vs Newton
Thu, 2007-04-05 04:25 — Febdian Rusydi Pertentangan antara satu teori dengan teori yang lain adalah hal yang sering terjadi di mana-mana. Menjadi menarik kalau teori-teori yang saling bertentangan itu sudah terbukti secara eksperimen. Mungkin yang paling terkenal adalah pertentangan penentuan kecepatan cahaya oleh hukum kedua Newton dengan persamaan Maxwell yang mengantarkan Einstein pada teori relativitas khususnya. Hukum kedua Newton mungkin teori dalam fisika yang paling sering diperdebatkan. Persamaan gerak yang dipublikasi oleh Newton tahun 1687 ini memang menjadi fundamental dalam mekanika, sudah terbukti dalam berbagai macam eksperimen, mulai dari yang sederhana sampai dengan peluncuran satelit keluar dari gaya gravitasi Bumi. Tapi pada beberapa kasus ada beberapa fenomena teramati yang teorinya tidak sinkron dengan hukum kedua Newton. Misalnya hukum Ohm.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar